Demo Site

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Thursday, July 29, 2010

Pemberdayaan UMKM

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Dalam prakteknya, pemberdayaan UMKM sering mengalami kendala minimnya keikutsertaan masyarakat, untuk menggugah partisipasi masyarakat sasaran langkah-langkah yang dilakukan (Karsidi, 2005), adalah:

1. Identifikasi Potensi

2. Analisis Kebutuhan

3. Rencana Kerja Bersama

4. Pelaksanaan Program Kerja Bersama

5. Monitoring dan Evaluasi.

1. Identifikasi Potensi

Identifikasi potensi, dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik Sumber daya Manusia (SDM) UKM dan lingkungan internalnya baik lingkungan sosial, ekonomi dan Sumberdaya Alam (SDA) khususnya yang terkait dengan usahanya, maupun lingkungan eksternal UKM. Dengan langkah ini diharapkan setiap gerak kemajuan dapat bertumpu dan memanfaatkan kemampuan dan potensi wilayah masing-masing. Dalam identifikasi ini melibatkan stakeholder UKM dan tokoh masyarakat maupun instansi terkait.

1. Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan, tahapan analisis ini dilakukan oleh perwakilan UKM yang dapat difasilitasi oleh Perguruan Tinggi/LSM/Swasta, maupun instansi terkait tentang berbagai kebutuhan dan kecenderungan produk dan pasar. Dengan pola analisis kebutuhan semacam ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya manifestasi kebutuhan UKM selaku individu pengusaha dan sebagai anggota kelompok. Dengan demikian antara individu pelaku UKM dan kelompok dapat diharapkan saling beriringan dan saling mendukung dalam mencapai tujuan kemajuan bersama.

3. Rencana Program Kerja Bersama

Rencana program kerja bersama, setelah kebutuhan dapat ditentukan maka kemudian disusun sebuah rencana program kerja bersama untuk mencapai kondisi yang diinginkan berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan bersama. Dalam tahap ini baik Perguruan Tinggi/LSM/Swasta, maupun instansi terkait sebagai fasilitator.

4. Pelaksanaan Program Kerja Bersama

Pelaksanaan program kerja bersama, jikalau program kerja telah disepakati maka langkah berikutnya adalah pelaksanaan program kerja. Dalam tahap ini fungsi instansi pemerintah terkait selaku fasilitator, sedangkan Perguruan Tinggi/LSM/Swasta dapat bertindak selaku pemberi jasa konsultansi. Sebagai konsultan, idealnya Perguruan Tinggi harus mendapatkan jasa dari layanan yang diberikan kepada UKM.

Kebutuhan akan permodalan UKM salah satunya dapat dipenuhi dengan memperankan fungsi fasilitasi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) bagi pengrajin maupun kelompok. KKMB ini lahir sebagai perubahan paradigma baru terhadap UKM dari perbankan bahwa:

a. UKM mempunyai potensi menabung

b. Bank perlu aktif menjemput Bola

c. UKM membutuhkan kemudahan memperoleh kredit/layanan perbankan

d. Bank perlu memobilisasi tabungan dari UKM

e. Biaya dapat ditekan melalui pendekatan kelompok

f. Risiko dapat ditekan melalui pendekatan kelompok

Selain Bank memberikan kredit sebagai tugas utamanya, Bank dapat membantu UKM dengan memberikan pendampingan (Technical Assistant/TA) baik dilakukan oleh Bank sendiri atau bekerjasama dengan pendamping yang dibentuk oleh Perguruan Tinggi/LSM/Swasta.

5. Monitoring dan evaluasi

Monitoring dan evaluasi, berfungsi tidak saja untuk mengetahui hasil pelaksanaan program kerja bersama apakah yang dikerjakan sudah sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan bersama, namun juga untuk membuat penyesuaian-penyusuaian jika diperlukan sesuai dengan perubahan kondisi lingkungan.

Saturday, July 24, 2010

Pengertian Laba Bersih dan Konsep Laba

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Pengertian atau Definisi Laba Bersih
Commite On Terminology (Sofyan Syafri H.,2004) dalam Aliyal Azmi (2007:12) mendefinisikan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi.
Menurut FASB (Financial Accounting Standars Board) statement (Aliyal Azmi, 2007:12) mengartikan laba (rugi) sebagai kelebihan (defisit) penghasilan atas biaya selama satu periode akuntansi.

Menurut Stice, Stice, Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan atas investasi kepada pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan posisi awalnya.
Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa).
Menurut Soemarso SR (2004 : 227) angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah Laba Bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap modal. Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakhir dalam laporan laba rugi adalah rugi bersih (net loss)
Sedangkan menurut Smith Skousen (1989:119) Laba Bersih merupakan perbedaan antara jumlah pendapatan yang diperoleh suatu satuan usahan selama periode tertentu dan jumlah biaya yang dapat diaplikasikan kepada pendapat.

Konsep Laba
Konsep laba menurut Sofyan Syafri H. dalam buku teori akuntansi (2004:263-267) :
  • Laba EkonomiPada awal abad XX Fischer, lindhal dan hick menjelaskan sifat-sifat laba ekonomi mencakup tiga tahap :
  1. Physical Income, Yaitu konsumen barang dan jasa pribadi yang sebenarnya memberikan kesenangan fisik dan pemenuhan kebutuhan. Laba jenis ini tidak dapat dikur.
  2. Real Income, Adalah ungkapan kejadian yang memberikan peningkatan terhadap kesenangan fisik. Ukuran yang dapat digunakan untuk real income ini adalah ‘biaya hidup’ (cost of living). Dengan kata lain kepuasan timbul karena kesenangan fisik yang timbul dari keuntungan yang diukur dengan pembayaran uang yang dilakukan untuk membeli barang dan jasa sebelum dan sesudah dikonsumsi.
  3. Money Income, Merupakan hasil uang yang diterima dan dimaksudkan untuk konsumsi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurut Ficher real income lebih dekat pada pengertian akuntansi tentang income. Lindahl menganggap konsep laba sebagai interest yaitu merupakan penghargaan yang terus menerus terhadap barang modal sepanjang waktu. Perbedaan antar interest dengan konsumsi yang diharapkan pada periode tertentu dianggap sebagai saving sehingga laba dianggap sebagai konsumsi tambah saving.
  • Laba Akuntansi atau Accounting Income
Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perubahan pada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu. SFAC (Statement of Financial Accounting Concepts) 1 (Aliyal Azmi, 2007:14) mengasumsikan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan arus kas masa depan.

Pendapat dalam berbagai pengukuran income dapat diperluas. Income merupakan item laporan keuangan mendasar dan penting yang memiliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks. Secara umum diyakini sebagai dasar untuk perpajakan, penentuan kebijakan pembayaran Deviden, petunjuk investasi dan pembuatan keputusan, elemen prediksi.

Semoga pembahasan tentang pengertian laba dan konsep laba diatas dapat bermanfaat.

Friday, July 23, 2010

Cara Mengisi Bukti Transkasi

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Ada banyak jenis bukti transkasi yang digunakan dalam melakukan berbagai transkasi. Tidak semua orang sering menggunakan berbagai jenis bukti transkasi, nah sekarang saya akan membahas tentang cara Mengisi Bukti Transaksi yang sering digunakan.

Jika dilihat dari asalnya bukti transaksi dibedakan menjadi :

1. Bukti transaksi internal berupa memo

2. Bukti transaksi eksternal berupa :

  • Faktur (Invoice)
  • Kuitansi (Official receipt)
  • Nota debet (Debit memo)
  • Nota kredit (Credit memo)
  • Cek (Cheque)
  • Bilyet giro
  • Rekening koran

Cara mengisi bukti transaksi yang menjadi bukti transaksi internal dan eksternal adalah sbb :

1. Memo, yang perlu diisi dalam memo antara lain :

  • Nomor memo
  • Tanggal
  • Nama pembuat memo
  • Nama pihak yang dituju dalam memo
  • Subyek memo
  • Isi memo


Blanko



Isi memo

2. Memo, yang perlu diisi dalam memo antara lain :

  • Nama dan alamat penjual
  • Nomor faktur
  • Nama dan alamat pembeli
  • Di dalam format kolom diisi nomor urut, nama/jenis barang, banyaknya barang, harga satuan, jumlah harga ( banyaknya barang dikalikan harga satuan ), jumlah total
  • Tanggal pembayaran
  • Otorisasi penyerahan
  • Otorisasi penerimaan
Blanko faktur

Isian Faktur

3. Kuitansi, yang perlu diisi dalam kuitansi antara lain :


Blanko kuitansi

  • Nomor urut
  • Nama yang menyerahkan pembayaran
  • Jumlah nominal pembayaran dalam huruf
  • Maksud pembayaran
  • Jumlah nominal pembayaran dalam angka
  • Tempat dan tanggal
  • Nama penerima pembayaran

4. Nota debet, yang perlu diisi dalam nota debet antara lain :

  • Nama pihak yang mengeluarkan nota debet ( pihak pembeli )
  • Nama pihak yang dituju
  • Nomor nota debet
  • Nomor item barang
  • Nama/jenis barang
  • Banyaknya barang
  • Harga satuan
  • Jumlah harga ( banyak barang x harga satuan )
  • Total jumlah
  • Tempat dan tanggal
Blanko Nota Debet


Isian Nota Debet

5. Nota kredit, dibuat oleh pihak penjual cara mengisi nota kredit sama dengan nota debet


Blanko Nota Kredit



Isian Nota Kredit

6. Cek, yang perlu diisi dalam cek antara lain :

  • Periksa apakah semua lembaran cek dan potongannya telah diberi nomor
  • Tanggal pengisian
  • Nama penerima
  • Jumlah nominal dalam huruf dan angka
  • Tanda tangan pihak yang melakukan penarikan
  • Pada cek yang salah tulis kalimat “ tidak berlaku/valid”

    Blanko cek


    Isian cek

7. Bilyet giro, yang perlu diisi dalam bilyet giro antara lain :

  • Tanggal
  • Jumlah nominal yang dipindah bukukan dalam huruf dan angka
  • Nama pihak penerima giro bilyet termasuk nama bank penerima
  • Nama pihak yang mengeluarkan bilyet giro

Blanko bilyet


Isian Bilyet Giro

8. Rekening koran , yang perlu diisi dalam rekening koran antara lain :

  • Nomor
  • Tanggal transaksi
  • Sandi
  • Jumlah nominal debet/kredit ( kolom mutasi )
  • Saldo
  • Blanko rek koran
  • Kolom pengesahan petugas bank


Blanko Rekening Koran

Selain bukti transaksi yang telah dikemukakan di atas juga terdapat bukti transaksi lainnya yaitu :

1. Nota kontan dipergunakan sebagai bukti transaksi pembelian atau penjualan secara tunai.

Nama pihak yang mengeluarkan nota kontan

Yang perlu diisi dalam nota kontan antara lain :

  • Nomor nota kontan
  • Tanggal transaksi
  • Di dalam format kolom diisi nomor urut, nama/jenis barang, banyaknya barang, harga satuan, jumlah harga (banyaknya barang dikalikan harga satuan), jumlah total
Blanko

Isian nota kontan

2. Nota permintaan barang merupakan rancangan formulir untuk permintaan dari gudang, yang perlu diisi dalam nota permintaan barang antara lain :

  • Tanggal permintaan dari kepala bagian gudang
  • Nomor urut
  • Nama/jenis barang
  • Merk barang yang diminta
  • Banyaknya barang yang diminta

Keterangan diisi dengan keterangan barang yang diminta, seperti segera, barang habis atau hal lainnya.


Blanko


Isian Nota Permintaan

3. Surat pesanan dibuat untuk menjamin keabsahan pesanan dan untuk keyakinan supplier, dalam membuat surat pesanan bagian pembelian hendaknya melihat daftar harga dan persyaratan dari supplier.

Yang perlu dimuat dalam surat pesanan antara lain :
  • Kepala surat ( nama, alamat, no telepon/fax perusahaan )
  • Nomor surat
  • Pada format kolom, diisi dengan nama barang dan banyaknya barang yang dipesan
  • Cara pembayaran diisi dengan nama bank, nomor rekening, nama pihak yang mewakili pihak penjual
  • Salam penutup diisi dengan tanda tangan dan nama pihak pembeli


















4. Kartu persediaan dibuat untuk mencatat barang yang telah berada di gudang, pencatatannya dapat dilakukan secara manual atau secara komputerisasi. Yang perlu dimuat dalam kartu persediaan antara lain :

Yang perlu dimuat dalam kartu persediaan antara lain :

  • Bulan dan tahun dibuatnya kartu persediaan
  • Kolom label diisi dengan nama, ukuran dan kode produk
  • Kolom masuk diisi dengan banyaknya barang yang masuk sesuai urutan tanggal
  • Kolom keluar diisi dengan banyaknya barang yang keluar sesuai dengan urutan tanggal
  • Kolom saldo diisi dengan rumus Saldo = Saldo + ( masuk – keluar )
  • Kartu persediaan
  • Keterangan diisi dengan hal-hal yang menjadi catatan, seperti jumlah batas pesanan


    Kartu Persediaan


    Semoga beberapa contoh cara pengisian bukti transaksi diatas dapat membantu kamu,

    sumber : http://pustaka.ictsleman.net/bisnis/penjualan/10_mengisi_bukti_transaksi/materi3.html

Jenis Laba

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Laba adalah salah satu hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan, Laba terdiri atas beberapa jenis, yaitu :
  1. Laba kotor, Laba kotor adalah selisih dari hasil penjualan dengan harga pokok penjualan
  2. Laba Operasional, Laba Operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan besar dala perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai setiap tahun. Oleh karenanya, angka ini menyatakan kemampuan perusahaan untuk hidup dan mencapai laba yang pantas sebagai jasa pada pemilik modal.
  3. Laba sebelum dikurangi pajak atau EBIT (Earning Before Tax) , Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi ditambah hasil dan biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang terpenting karena jumlah ini menyatkan laba yang pada akhirnya dicapai perusahaan.
  4. Laba Setelah Pajak Atau Laba Bersih, Laba Bersih adalah laba setelah dikurangi berbagai pajak. Laba dipindahkan kedalam perkiraan laba ditahan. Dari perkiraan laba ditahan ini akan diambil sejumlah tertentu untuk dibagikan sebagai Deviden kepada para pemegang saham.
sedangkan Pengertian Laba Menurut Suwardjono (2008 : 464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat kegiatan produksi dan penyerahan barang / jasa)

Wednesday, July 21, 2010

Laporan Keuangan-Arus Kas

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1 yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB, 1978) mengemukakan tiga tujuan laporan keuangan, yaitu :
  1. Pelaporan keuangan harus menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh para investor, kreditor dan pengguna lain dalam membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan- keputusan serupa yang rasional.
  2. Menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menilai arus kas di masa yang akan datang.
  3. Menghasilkan informasi tentang sumber daya, klaim terhadap sumber daya tersebut beserta perubahannya.
Awalnya Pelaporan keuangan hanya terdiri dari Neraca dan laporan Laba Rugi, dan laporan perubahan posisi keuangan bersifat tidak wajib. Pada tahun 1987 Financial Accounting Standard Board (FASB) mewajibkan pelaporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan melalui Statement of Financial Accounting Standarts (SFAC) No. 95. Dan Di Indonesia pelaporan arus kas diwajibkan pada tahun 1995 dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 par 2. Sedangkan PSAK No. 2 par 1 menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.

Dalam mempelajari laporan keuangan penekanannya adalah pada Laba Bersih yang tercantum dalam laporan laba rugi. Sedangkan pada keuangan (finance), kita memfokuskan pada arus kas bersih. Nilai aset atau nilai perusahaan secara keseluruhan ditentukan oleh arus kas yang dihasilkannya. Laba Bersih perusahaan itu penting, akan tetapi arus kas lebih penting karena Deviden harus dibayarkan dalam bentuk kas dan kas diperlukan untuk membeli aset yang diperlukan untuk melanjutkan operasi. Walaupun demikian, arus kas dan Laba Bersih memiliki hubungan yang cukup erat. Arus kas bersih merupakan penjumlahan dari Laba Bersih perusahaan, pendapatan nonkas dan beban nonkas. Sehingga makin besar Laba Bersih yang dihasilkan perusahaan, semakin besar pula arus kas perusahaan.

Saturday, July 17, 2010

Pengertian dan Jenis Deviden dan

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Pengertian Deviden
Stice at al (2004:902) menyatakan bahwa “Deviden adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik”.
Sedangkan menurut Skousen et al (2001:757) yang dikutip oleh Manurung & Siregar (2008:3) ”Deviden adalah pendistribusian laba secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya”.

Jenis Deviden
Ada beberapa jenis Deviden (Siswi Nirwanasari, 2007:22) yaitu :
  1. Deviden kas, Deviden yang paling umum dibagikan perusahaan adalah bentuk kas. Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman adanya Deviden kas adalah apakah jumlah kas yang ada mencukupi untuk pembagian Deviden tersebut.
  2. Deviden aktiva selain kas (Property Devidend), Kadang-kadang Deviden dibagikan dalam bentuk aktiva selain kas, Deviden dalam bentuk ini disebut property Deviden. Aktiva yang dibagikan bisa berbentuk surat-surat berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh perusahaan, barang dagang atau aktiva-aktiva lain.
  3. Deviden hutang (scrip Devidend), Deviden hutang timbul apabila laba tidak dibagi saldonya, mencukupi untuk pembagian Deviden, tetapi saldo kasnya tidak cukup sehingga pimpinan perusahaan akan mengeluarkan scrip Devidend yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu di waktu yang akan datang. Scrip Devidend ini mungkin berbunga mungkin tidak.
  4. Deviden likuidasi, Deviden likuidasi adalah Deviden yang sebagian merupakan pengembalian modal. Apabila perusahaan membagi Deviden likuidasi, maka para pemegang saham harus diberitahu mengenai berapa jumlah pembagian laba, dan berapa yang merupakan pengembalian modal sehingga para pemegang saham bisa mengurangi rekening investasinya.
  5. Deviden saham, Deviden saham adalah pembagian tambahan saham tanpa dipungut pembayaran kepada pemegang saham, sebanding dengan saham-saham yang dimilikinya. Deviden saham dapat berupa saham yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda.

Related Posts with Thumbnails