Demo Site

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Thursday, April 22, 2010

Harga Transfer (Transfer Pricing)

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Harga Transfer atau Transfer Pricing sering terjadi antara divisi 1 dan divisi yang lain dalam suatu perusahaan untuk mempermudah efisiensi waktu dan kualitas barang yang terjaga.

Metode harga transfer yang dikemukakan oleh Anthony dan Govindarajan (2002:208) adalah sebagai berikut :
  1. Transfer based Market (Transfer berdasarkan Harga Pasar)
  2. Transfer based Cost: Full cost and Variable cost (Transfer berdasarkan Biaya: Biaya Penuh dan Biaya Variabel)
  3. Transfer based Negotiation (Transfer berdasarkan Negosiasi).
  4. Transfer based Arbitrase (Transfer berdasarkan Arbitrasi).
  5. Transfer based Dual Transfer Pricing (Transfer berdasarkan Dual Transfer Pricing).

Sebuah perusahaan yang besar dan kompleks terdiri atas beberapa pusat pertanggungan-jawab (divisi sebagai responsibility center) yang memfungsikan manajer-manajer divisi agar dapat memiliki rentang kontrol yang lebih efektif dalam operasional.

Divisi-divisi dalam perusahaan tersebut membutuhkan setidaknya informasi akuntansi tentang sumber daya yang digunakan serta keluaran yang dihasilkan. Informasi-informasi ini minimal digunakan untuk:
a. Merencanakan pengalokasian sumber daya
b. Melakukan kontrol operasional
c. Evaluasi terhadap performa manajer

Lebih lengkap, pembagian karakteristik divisi yang dimaksud antara lain:

No.
Responsibility Center
Tugas Manajer
Contoh
1Cost CenterBertanggung jawab atas biaya yang dipakai selama operasionalMisal: Kantor Pusat
2Revenue CenterBertanggung jawab terhadap pendapatan yang diterima
3Profit CenterBertanggung jawab terhadap laba yang diperolehMisal: Kantor cabang
4Investment CenterBertanggung jawab atas laba dan investasi yang dihasilkanMisal: perusahaan besar, multi-company atau holding yang terdesentralisasi


Secara umum, harga transfer adalah penentuan harga produk antara yang dijual oleh sebuah divisi semi otonom lain dari perusahaan yg berskala besar dan dibeli oleh divisi lain dari perusahaan yg sama. Atau dengan kata lain, harga transfer merupakan harga yang ditetapkan oleh profit center dalam transaksi penjualan. Biasanya, harga transfer muncul pada suatu perusahaan yang terdesentralisasi.

Misal:


Harga transfer mempengaruhi tingkat laba untuk kedua divisi (penjual dan pembeli), yang dalam gambar diatas artinya:
a. Laba besar bagi Divisi Aki Kering
b. Laba rendah bagi Divisi Perakitan Mobil

Harga transfer yang ideal seharusnya berpatokan baik pada keuntungan yang maksimal bagi perusahaan maupun bagi kedua divisi sehingga kerugian secara umum dapat diminimalisir. Walau begitu, harga transfer sama sekali tidak memberikan perubahan net income bagi perusahaan secara langsung.

Banyak perusahaan menggunakan harga pasar aktif sebagai ukuran harga transfer, namun demikian, industri dengan basis harga transfer lebih disukai karena industri tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan fairness. Karena ketika harga pasar tidak tersedia, industri atau perusahaan tersebut dapat menggunakan antara alternatif NEGOTIATED PRICE atau COST BASED PRICE.

a. NEGOTIATED PRICE
Sebuah sistem dimana harga transfer dapat dinegosiasikan antara manajer divisi penjual dan manajer divisi pembeli. Walaupun demikian, sistem ini akan mempengaruhi waktu produksi akibat bertambahnya waktu negosiasi.
b. COST BASED PRICE
Salah satu alternatif terbaik yang dapat digunakan karena biaya kontrol dapat diminimalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah biaya variabel (variabel cost) ataupun biaya penuh (full cost).

Ada 3 kondisi penentuan harga transfer:
1. Tidak terdapat pasar eksternal untuk produk antara

2. Pasar untuk produk antara bersifat pasar persaingan sempurna

3. Pasar utk produk antara bersifat persaingan tidak sempurna


Namun demikian, konflik tidak dapat dihindari antara kepentingan perusahaan dan manajer masing-masing divisi yang berkaitan pada saat pola penentuan harga transfer digunakan dalam sebuah perusahaan.

Tentunya dalam penentuan harga transfer manajemen tidak dapat sembarangan menentukan harga, secara garis besar harga tersebut sebisa mungkin tidak merugikan salah satu pihak yang terlibat, selain itu harga transfer dalam praktiknya harus terus diperhatikan agar tujuan manajemen sesuai dengan tujuan perusahaan.

Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang akan dikenakan seandainya produk tersebut diual ke konsumen luar atau dibeli dari pemasok luar. Namun hal tersebut dalam dunia nyata sangat sulit diterapkan, hanya sedikit perusahaan yang menetapkan prinsip ini.

Tujuan harga transfer berubah apabila melibatkan multinational corporation (MNC) serta barang yang ditransfer melalui batas-batas negara. Tujuan penentuan harga transfer internasional terfokus pada meminimalkan pajak, bea, dan risiko pertukaran asing, bersama dengan meningkatkan suatu kompetitif perusahaan dan memperbaiki hubungannya dengan pemerintah asing.



Sebagai contoh, pembebanan harga transfer yang rendah untuk anak perusahaan asing mungkin akan mengurangi pembayaran bea cukai sebagai akibat dari batas-batas internasional, atau mungkin membantu anak perusahaan untuk bersaing dalam pasar asing dengan mempertahankan biaya anak perusahaan yang rendah. Di sisi lain, mebebankan suatu harga transfer yang tinggi mungkin membantu MNC mengurangi laba pada negeri yang telah memperketat kendali pengiriman uang asing, atau mungkin memberikan kemudahan bagi MNC memindahkan pendapatan dari suatu negara yang memiliki tingkat pajak pendapatan yang tinggi ke suatu negara dengan tingkat pajak rendah (tax haven country).

Penelitian akhir-akhir ini telah menemukan bahwa lebih dari 80% perusahaan-perusahaan multinsional (MNC) melihat transfer pricing sebagai suatu isu pajak internasional utama, dan lebih dari setengah dari perusahaan ini mengatakan bahwa isu ini adalah isu yang paling penting. Sebagian besar negara sekarang menerima perjanjian modal Organization of Economic Cooperation and Development (OECD), yang menyatakan bahwa harga-harga transfer sebaiknya disesuaikan dengan menggunakan standar arm’s-length, artinya pada suatu harga yang akan dicapai oleh pihak-pihak yang independen. Sementara perjanjian model tersebut diterima secara luas, terdapat perbedaan-perbedaan dalam cara negara-negara menerapkannya. Meskipun demikian, terdapat dukungan yang kuat di seluruh dunia terhadap suatu pendekatan untuk membatasi usaha-usaha oleh MNC untuk mengurangi kewajiban pajak dengan menetapkan harga-harga transfer yang berbeda dengan arm’s-length standard tersebut.

sumber : http://s2.wahyudiharto.com/2009/04/penggunaan-informasi-akuntansi-penuh.html

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik, saran serta tambahan untuk tulisan diatas....

Related Posts with Thumbnails