Demo Site

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Monday, January 4, 2010

Perdagangan Bebas 2010

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Seperti kita tahu mulai tanggal 1 januari 2009 kesepaktan perdagangan bebas (free trade agreement) antara ASEAN dan China dilaksanakan, sebuah perjanjian area perdagangan bebas, merupakan isu ekonomi yang mulai bergejolak.

Sebuah kesepakatan yang hadir, namun menghadirkan efek positif dan negatif pula. Jika kita boleh memilih, mungkin sebagian besar dari kita akan memutuskan akan mengambil positifnya saja tanpa satu pun yang negatif. Jelas bahwa banyak dari kita yang bertanya-tanya, apa efek dari perjanjian tersebut terutama bagi negara kita tercinta, Indonesia? Sebagai negara yang terletak cukup sentral dalam ASEAN, maka efek yang dialami negara kita adalah harus bisa menghargai dan mau tidak mau, siap tidak siap, ketetapan itu akan diberlakukan secara efektif mulai 1 Januari 2010.

Di satu sisi barang-barang buatan China menguntungkan konsumen, tapi di sisi lain tidak ada peraturan yang nyata melindungi produsen dalam negeri. Dengan kata lain, barang impor tersebut menjadi lebih murah, volume impor barang konsumsi naik dan menghabiskan devisa, sehingga nilai tukar rupiah menjadi sulit menguat. Ini menyebabkan perusahaan enggan memproduksi dan lebih suka menjadi importir (mengimpor), sehingga pada akhirnya membuat deindustrialisasi.

Kini, kondisi Pemerintah Indonesia tengah mengalami dilema. Di satu pihak Indonesia harus mengikuti perjanjian FTA ASEAN-China agar tetap konsisten “wajahnya” dalam dunia internasional, namun di lain pihak terdapat permintaan dari sejumlah dunia usaha yang menyatakan bahwa mereka menginginkan penundaan implementasi FTA ASEAN -China karena belum siap memasuki free trade yang pelaksanaannya tinggal dalam hitungan hari.

Dilema yang terjadi karena menghadapi perjanjian yang notabene telah ditandatangani sejak lima tahun yang lalu, seolah secara tidak langsung menunjukkan citra Pemerintahan Indonesia yang terkesan lamban. Karena pada hakikatnya pemerintah sudah seharusnya membuat strategi sebagai upaya mendukung perindustrian dalam negeri, sehingga produk Indonesia dapat bersaing dengan produk China.

Namun, jika kita terus-menerus mencari siapa yang sepatutnya dipersalahkan, akan sia-sia belaka dan menghabiskan waktu tanpa ada output yang jelas dan bermanfaat. Ingatkah kita bahwa waktu adalah pedang? Jadi, jika kita dapat memanfaatkan waktu yang telah diberikan kepada kita dengan semaksimal mungkin, maka hasil yang memuaskan dan sesuai dengan harapan kita yang nantinya akan kita peroleh.

Tetapi jika kita tidak dapat memanfaatkan waktu yang ada, dalam hal ini menyia-nyiakan waktu, maka kita termasuk orang-orang yang merugi. Intinya manfaatkanlah waktu yang masih diberikan pada kita. Dalam menghadapi FTA ASEAN-China, pemerintah harus segera mempersiapkan pembuatan strategi nasional pengembangan pasar dan perlindungan bagi pasar domestik, karena menimbang berbagai masalah yang mungkin dan dikhawatirkan terjadi ketika ketetapan itu telah berlaku.

Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Walau badai menghadang, teruslah berupaya dan berusaha. Jadikanlah masalah yang kita hadapi sebagai batu loncatan untuk menuju puncak kesuksesan dan kebahagiaan. Majulah perekonomian negeriku, bangkitlah bangsaku. Yakinlah kita pasti bisa.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar, kritik, saran serta tambahan untuk tulisan diatas....

Related Posts with Thumbnails