Demo Site

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Wednesday, July 29, 2009

Contoh Laporan Keuangan

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Menyusun Laporan Keuangan memang tidak mudah, tapi laporan keuangan bisa dipelajari, mempelajari laporan keuangan sulit rasanya apabila hanya membaca teks tanpa contoh, untuk itu ini adalah contoh laporan keuangan yang lengkap, silahkan download Contoh Laporan Keuangan disini.

MENGANALISA LAPORAN KEUANGAN LUAR NEGERI

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Walaupun bisnis telah mendunia sejak beberapa waktu lalu, perkembangan-perkembangan baru mengharuskan pembaca-pembaca laporan keuangan meningkatkan perspektif internasional mereka.
Factor penyebab utama ialah lonjakan luar biasa dalam aktivitas perdangnan global dalma bebrapa tahun terakhir, kemudina yang memotivasi perilaku investor dalam hal ini ialah meningkatnya pengembalian investasi di luar negeri.
Investasi-investasi di luar negeri juga memberikan kesempatan kepada para investor untuk mengurangi resiko portofolio dengan melakukan diversifikasi internasional. Ketergantungan pada laporan keuangan luar negeri juga dipicu oleh pelaku-pelaku pengendali korporat. Terakhir, meningkatnya ketergantungan pada laporan keuangan luar negeri sebagai basis bagi analisis kompetitif, keputusan kredit dan negosiasi binis dipicu oleh fenomena kompetisi global.

Akses Data
Kemampuan untuk menganalisa informasi secara benar dan tepat merupakan atribut utama investor yang sukses. Namun untuk melakukan analisis semacam itu, analisis-analisis sekuritas harus memiliki akses terhadap data-data yang diperlukan.
Untuk menilai ketersediaaan data-data keuangan luar negeri dewasa ini, salah satu dari kami(penulis dari sumber buku) telah melakukan survei terhadap basis-basis data keuangan korporasi yang berada di luar AS. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan tipe informasi yang disediakan, jangkauan geografis, bahasa publikasi, frekuensi publikasi (update), jumlah entitas pelaporan yang didata, dan format data ( hardcopy microfiche, magnetic tape, dan sebagainya).
Duapertiga dari jasa-jasa informasi yang diidentifikasi hanya menyediakan informasi dalam bentuk salinan tertulis. Namun, karena tren komputerisasi, diharapkan akan lebih banyak jasa-informasi yang menyediakan iinformasi khsusu suatau negara, 31 %-nya terkomputerisasi.

Ketepatan Waktu dari Informasi
Keterlambatan penerimaan informasi luar negeri menimbulkan masalah bagi pembaca domestik, yang berbeda dengan masalah ketersediaannya. Pemahaman mengenai maslaah keterlambatan informasi dapat ditingkatkan dengan mengkaji jangka waktu antara tanggal akhir tahun, yaitu tanggal publikasi laporan keuangan, dan tanggal laporan auditor.
Keterlambatan informasi, bersama-sama dengan disparitas-disparitas informasi lainnya, memiliki dampak yang signifikan bagi efisiensi pasar modal. Asumsi umum dalam teori keuangan ialah bahwa para investor, baik domestik maupun luar negeri, memiliki akses langsung dan segera kepada semua informasi yang relevan mengenai sebuah perusahaan. Atas dasar asumsi ini, harga saham dari sebuah perusahaan tertentu akan mencerminkan informasi semacam itu dan akan sama dipasar manapun saham tersebut diperdagangkan.

Kendala-kendala Bahasa dan Terminologi
Kendala-kendala informasi yang biasanya berkaitan dengan laporan keuangan luar negeri meliputi kendala-kendala bahasa luar negeri dan terminology. Cara pemecahan yang nyata terhadap kendala bahasa ini ialah pengembangan kapabilitas multilingual dalam diri analis-analis asing.
Cara-cara lain utnuk mengatasi kendala tadi antara lain :
  1. Penggunaan terminology khusus akutansi untuk mentranslasikan judul-judul dan istilah perkiraan bahasa asing ke dalam bahasa inggris atau bahasa-bahasa lain.
  2. Penggunaan penerjemah-penerjemah professional berbasis sekali waktu untuk mentranslasikan judul-judul dan istilah-istilah perkiraaan utama pada saat leksikon-leksikon bahasa tertentu tidak tersedia.
  3. Pembuatan matriks terminology dengan menggunakan translasi laporan luar negeri kedalam bahasa inggris sebagai pedoman.
  4. Bergantung pada jasa-jasa penasihat-penasihat investasi yang memilki kapabilitas bahasa asing.
Pertimbanga-pertimbangan Valuta Asing.
Perkiraan-perkiraan yang didenomisasi dalam valuta asing menimbulkan 2 macam masalah bagi analisis keuangan. Masalah pertama berhubngan dengan kanyamanan pembaca, yang kedua berhubungan sebagai kandungan informasi.
Walaupun laporan-laporan yang telah ditranslasikan menyediakan kemudahan bagi pembaca dalam mengamati perkiraan-perkiraan valuta asing dalma kerangka valuta asing yang cukup dikenal bagi mereka., potensi-potensi distorsi harus dicermati.

Perbedaan dalam Format Laporan
Perbedaan in bisa juga mengganggu. Perbedaan klasifikasi juga melimpah secara internasional. Di sebagian besar negara, pembeda antara kewajiban berjalan dan non berjalan adalah jangka waktu 1tahun. Di Jerman biasanya 4tahun. Handbook-hand-book seperti AICPA’s Profesional Accounting Series bisa dipakai untuk mengkaji rincian perbedaan-perbedaan klasifikasi yang berlaku dalam negara-negara individual. Perbedaan format laporan keuangan, walaupun menyusahkan, tidak begitu “penting”. Akibat membudayanya system pembukuan double-entry di seluruh dunia, struktur yang mendasari laporan keuangan dimana-mana sangat serupa. Oleh karena itu, sebagian besar perbedaan format dapat direkonsiliasi dengan mudah, namun, keganjilan-keganjilan pelaporan semacam itu biasanya diikuti oleh kerancuan awal pada diri pembaca.

Kadar Pengungkapan
Masalah yang lebih penting bagi analis-analis sekuritas ialah kuantitas informasi yang ditampilkan dalam laporan luar negeri.

Perbedaan-perbedaan Prinsip Luar Negeri
Dengan adanya variasi aturan-aturan pengukuran nasional dalam laporan–laporan keuangan luar negeri, masalah-masalah dalam memahami dan menginterprestasikan bisu muncul diluar negara tempat laporan keuangan tersebut dibuat. Seringkali, perbedaan-perbedaan dalam ukuran karakteristik-karakteristik risiko dan pengembalian tersebut mungkin diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan dalam praktik-praktik pengukuran akutansi, bukan saja oleh perbedaan-perbedaan riil dalam atribut-atribut yang diukur.

Jika aturan-aturan pengukuran akutansi merupakan satu-satunya perbedaan antar negara, transformasi sederhana (seperti halnya pengubahan Fahreinheit ke dalam celcius)akan memadai untuk memungkinkan laporan-laporan akutansi, dengan mengasumsikan data-data yang cukup tersedia bagi pengguna penyesuaian-penyesuaian yang diinginkan, bisa dimengerti secara universal dan diinterprestasikan dengan jelas., sayangnya, negara-negara juga mewakili perbedaaan-perbedaaan ekonomi dan budaya yang substansial yang seringkali menghalaing interprastasi semacam itu terhadap angka-angka akutansi, bahkan jika angka-angka tersebut dihasilkan dengan menggunkan prinsip-prinsip akutansi yang sama.

Analisis Rasio Internasional
Dewasa ini, analisis rasio keuangan merupakan perangkat yang telah terbentuk dengan baik untuk mengevaluasi kinerja keuangan, analisis kredit, dan analisis sekuritas.
Jadi, ketika menganalisa laporan keuangan luar negeri, pembaca-pembaca yang tidak berada dalam lingkungan local harus menentukan apakah perbedaan-perbedaan dalam statistik-statistik kinerja perusahaan merupakan akibat dari (a) perbedaan-perbedaan pengukuran akutansi (b) Ekonomi, budaya, dan institusional, dan (c) perbedaan riil dalam atribut yang tengah diukur.

Wednesday, July 22, 2009

Contoh Skripsi Akuntansi

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Bagi kamu yang lagi skripsi akuntansi, ada 1 contoh skripsi akuntansi, semoga membantu dalam menyusun skripsi akuntansi kamu... skripsi ini cuma untuk membantu dan menjadi bahan pertimbangan aja ya, bukan untuk dicontek persis sama,, nanti kena tuntut loh,, hehehehe....

Via Rapidshare
Skrispi Akuntansi Bab 1-2
Skripsi Akuntansi Bab 3-4
Skripsi Akuntansi Bab 5
Cover

Skripsi akuntansi ini berjudul Evaluasi Penerapan Transfer Pricing pada PT. X

Monday, July 20, 2009

LIFO (Last In First Out)

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Setelah kemarin kita membahas tentang FIFO( Firs in first out) oke, sekarang kita membahas tentang LIFo, Last In Firs out,
jadi LIFO dalah metode persediaan yang barang yang masuk terakhir akan dikeluarkan pertama kali dari gudang.

Tujuan penggunaan Metode LIFO adalah untuk membebankan biaya dari pembelian terakhir dan memberikan biaya yang paling dtua di akun persediaan. Ada beberapa cara untuk menerapkan metode LIFO. Karena setiap variasi menghasilkan, angka yang berbeda untuk biaya bahan baku yang dikeluarkan, biaya persediaan akhir, dan laba, maka penting untuk mengikuti prosedur yang dipilih secara konsisten.

Kelebihan :
  1. Mudah menandingakan kos sekarang dengan pendapatan sekarang
  2. Jika harga naik, harga barang konservatif
  3. laba operasi tidak tercemar oleh untung/rugi fluktuasi harga
  4. Jika harga berfluktuasi , dapat meratakan laba tahunan.
Kelemahan :
  1. bertentangan dengan aliran fisik sesungguhnya
  2. Tidak menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya /kos yang sudah usang.

Friday, July 17, 2009

Pemasaran

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.
Kebutuhan (Needs)

Konsep Inti Pemasaran
Konsep Inti Pemasaran adalah :
Target Pasar dan segmentasi nya
Kebutuhan (Needs) Konsumen,
Keinginan (Wants) Konsumen,
Kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian seseorang.
Keinginan tak terbatas memberi nilai kepuasan terbesar
Sumber daya terbatas memberi nilai kepuasan terbesar
Permintaan (Demands) Konsumen
Keinginan manusia yang didukung oleh daya beli

Perbedaan antara Barang dan jasa adalah :

Barang
Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dimilikm digunakan atau di konsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan objek fisikm jasa, orang, tempatm organisasi, gagasan.

Jasa
Segala aktivitas atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh suatu kelompok kepada yang lainnya yang pada dasaranya tidak nyata dan tidak barakibat pada kepemilikan apapun.


Segmentasi pasar dibagi menjadi 4 yaitu :

  1. Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.
  2. Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
  3. Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.
  4. Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk.



Wednesday, July 15, 2009

EKONOMI INTERNASIONAL

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Hubungan ekonomi yang terjadi untuk setiap strategi :
a. Market Seekers
b. Raw Material Seekers
c. Production Efficiency Seekers
d. Knowledge Seekers

1. Pengertian Umum
Istilah lain dari Ekonomi Internasional, dikenal pula dengan istilah Perdagangan Internasional atau Bussines International. Beberapa pengertian yang mendasar, dapat dikemukakan sebagai berikut salah satunya ialah : “Kegiatan-kegiatan perniagaan dari suatu negara asal (Country of Origin) yang melintasi perbatasan menuju suatu negara tujuan (Country of Destination)yang dilakukan oleh perusahaan Multinational Coorporation (MNC) untuk melakukan perpindahan barang dan jasa, perpindahan teknologi (Pabrik) dan perpindahan merek dagang.

2. Hubungan ekonomi yang terjadi untuk setiap strategi :
Ekonomi internasional mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan ekonomi antara 1 negara dengan negara yang lain. Hubungan ekonomi antara 1 negara dengan negara lainnya berupa pertukaran hasil/output berupa barang & jasa, berupa Hubungan kredit dan berupa pertukaran atau aliran sesama produksi (Faktor Produksi) yaitu tenaga kerja, modal, teknologi dan kewirausahaan.

Bentuk hubungan ekonomi berupa aliran Sarana Produksi yang bertujuan untuk investasi, memiliki motivasi dan berbagai pertimbangan strategi sebagai berikut :
A. Market Seekers ( Pencari Pasar)
Dalam hal perekonomian internasional, mencari pangsa pasar sangatlah diperlukan. Begitupun korelasinya dengan Pencari Pasar ini, si perusahaan ini haruslah bertempat strategis dengan Sumber daya yang ia perlukan. Misal, negara A dalam memproduksi ke Negara B, dalam hal produksi, Negara A haruslah mempunyai partner dalam hal SDA, Mesin-mesin untuk Negara A ambil dalam mempercepat proses Produksinya.

B. Raw Material Seekers ( Pencari Sumber Bahan Mentah )
Dalm hal ini, suatu negara yang ingin melakukan produksi dengan negara lain, ketika suatu negara tersebut tidak sanggup untuk pemenuhan bahan mentah, maka negara tersebut dapat melakukan pembelian bahan mentah dari negara lain yang nantinya ketika siap untuk jual, negara tersebut memperdagangkan kepada negara lain yang menjual bahan mentah tersebut.

C. Production Effiency Seekers ( Pencari Produk Yang Efisien)
Dalam hal Pengefisiensian produk, tak terlepas dari pengefisiensian harga penmbelian. Karena setiap perusahaan bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang semaksimal mungkin, maka harga harus sama dengan biaya marginal (Marginal Cost). Dengan demikian dapatlah laba yang maksimal. Perdagangan Internasional, suatu negeri dalam memproduksi beras, membutuhkan alat pemotong padi, salah satunya, maka ia mencari produk pemotong padike negara lain, dengan cara yang selektif tentunya.

D. Knowledge Seekers ( Pencari Pengetahuan )
Ketika suatu negeri telah memproduksi suatu usaha tertentu, tentunya ia ingin lebih memajukan perekonomian di Negerinya tersebut. Factor ketertinggalan teknologi pun memacu diperlukannya mencari pengetahuan dan informasi yang berguna. Adapun cara-cara dapat ditempuh, misal : Mengadakan kerjasama Pelatihan dengan pihak asing ataupun negara yang lebih maju perekonomiannya. Namun 1 hal yang perlu diingat, setiap system perekonomian bangsa-bangsa berbeda-beda caranya. Dalam hal ini, hanya yang baik saja diambil. Karena belum tentu, perekonomian Negara A perlahan maju dan dapat mensejahterakan rakyatnya tiba-tiba Likuid dan dapat menyengsarakan rakyat negara itu sendiri, dikarenakan mengadopsi/plagiatkan system-system, terutama system perekonomian. Contohnya, Indonesia dengan System perekonomiannya, Perekonomian kerakyatan, akhir-akhir ini telah berlangsung telah lama hampir mengadopsi negara-negara lain, Kapitalisme contohnya, cukup subur hidup di negara Indonesia. Ini adalah salah satu kesalahan dan resiko yang cukup fatal. Artinya Perekonomian Indonesia haruslah berdiri tegak dengan system perekonomiannya, begitu juga dengan system-system awal yang lain.


Saturday, July 11, 2009

Teori Perdagangan Internasional

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Teori perdagangan Internasional ada 3 yaitu :
1. Teori Praklasik Merkantilisme
2. Teori Klasik
  • Absolute Advantage dari Adam Smith
  • Comparative Advantage dari David Ricardo yang dibagi lagi menjadi 2 yaitu Cost Comparative Advantage ( Labor efficiency ) dan juga Production Comperative Advantage ( Labor produktifity)
3. Teori Modern
yang dibagi menjadi :
A. The Proportional Factors Theory
B. Paradoks leontief
C. Teori Opportunity Cost
D. Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD)

Oke, setelah kita tahu garis besarnya, kita lihat penjelasannya...

I. Teori Praklasik Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu aliran/filsafat ekonomi yang tumbuh dan berkembang dengan pesat pada abad XVI s.d XVIII di Eropa Barat.

Ide pokok Merkantilisme adalah sebagai berikut:
  1. Suatu Negara/Raja akan kaya, makmur dan kuat bila ekspor lebih besar daripada impor ( X > M ).
  2. Surplus yang diperoleh dari selisih ( X - M ) atau ekspor neto yang positif tersebut diselesaikan dengan pemasukan logam mulia ( LM), terutama emas dan perak dari luar negeri.
  3. Pada waktu itu LM digunakan sebagai alat pembayaran sehingga negara/raja yang memiliki LM yang banyak akan kaya, makmur dan kuat.
  4. LM tersebut digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyebaran agama.
  5. Penggunaan kekuatan armada perang untuk memperluas perdagangan luar negeri ini diikuti dengan kolonisasi di Amerika Latin, Afrika, dan Asia terutama dari abad XVI s.d XVIII.
Untuk melaksanakan ide tersebut diatas, merkantilisme menjalankan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagai berikut :
  1. Mendorong ekspor sebesar-besarnya, kecuali LM
  2. Melarang/membatasi impor dengan ketat, kecuali LM.
Kelebihan dari teori merkantilisme adalah negara akan memperbesar jumlah ekspor karena negara/raja akan kaya, makmur dan kuat bila ekspor > impor.
Sedangkan kelemahan dari teori merkantilisme yaitu LM yang digunakan sebagai alat pembayaran akan menyebabkan banyaknya jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi inflasi dan harga barang impor menjadi rendah, akhirnya LM berkurang.
II. Teori Klasik

A. Absolute Advantage dari Adam Smith
Teori Absolute Advantage lebih mendasarkan pada besaran/variabel riil bukan moneter sehingga sering dikenal dengan nama teori murni (pure theory) perdagangan internasional. Murni dalam arti bahwa teori ini memusatkan perhatiannya pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. Makin banyak tenaga kerja yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut.

Teori absolute advantage Adam Smith yang sederhana menggunakan teori nilai tenaga kerja, dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: Misalnya hanya ada 2 negara, Amerika dan Inggris memiliki faktor produksi tenaga kerja yang homogen menghasilkan dua barang yakni gandum dan pakaian. Untuk menghasilkan 1 unit gandum dan pakaian Amerika membutuhkan 8 unit tenaga kerja dan 4 unit tenaga kerja. Di Inggris setiap unit gandum dan pakaian masing-masing membutuhkan tenaga kerja sebanyak 10 unit dan 2 unit.
Banyaknya Tenaga Kerja yang Diperlukan untuk Menghasilkan per Unit Produksi

Amerika Inggris
Gandum 8 10
Pakaian 4 2

Dari tabel diatas nampak bahwa Amerika lebih efisien dalam memproduksi gandum sedang Inggris dalam produksi pakaian.

1 unit gandum diperlukan 10 unit tenaga kerja di Inggris sedang di Amerika hanya 8 unit. (10 > 8 ). 1 unit pakaian di Amerika memerlukan 4 unit tenaga kerja sedang di Inggris hanya 2 unit. Keadaan demikian ini dapat dikatakan bahwa Amerika memiliki absolute advantage pada produksi gandum dan Inggris memiliki absolute advantage pada produksi pakaian. Dikatakan absolute advantage karena masing-masing negara dapat menghasilkan satu macam barang dengan biaya yang secara absolut lebih rendah dari negara lain.

Kelebihan dari teori Absolute advantage yaitu terjadinya perdagangan bebas antara dua negara yang saling memiliki keunggulan absolut yang berbeda, dimana terjadi interaksi ekspor dan impor hal ini meningkatkan kemakmuran negara. Kelemahannya yaitu apabila hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut maka perdagangan internasional tidak akan terjadi karena tidak ada keuntungan.



B. Comparative Advantage dari David Ricardo
1. Cost Comparative Advantage ( Labor efficiency )
Menurut teori cost comparative advantage (labor efficiency), suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana Negara tersebut dapat berproduksi relative lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang/tidak efisien. Berdasarkan contoh hipotesis dibawah ini maka dapat dikatakan bahwa teori comparative advantage dari David Ricardo adalah cost comparative advantage.
Data Hipotesis Cost Comparative

1 Kg gula 1 m Kain
Indonesia 3 hari kerja 4 hari kerja
China 6 hari kerja 5 hari kerja

Indonesia memiliki keunggulan absolute disbanding Cina untuk kedua produk diatas, maka tetap dapat terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan kedua Negara melalui spesialisasi jika Negara-negara tersebut memiliki cost comparative advantage atau labor efficiency.
Perhitungan Cost Comparative advantage
(labor efficiency)
Perbandingan cost 1 Kg gula 1 m kain

K

HK

Data poerhitungan Cost Comparative (Labor Efficiency)

HK = Hari Kerja

Berdasarkan perbandingan Cost Comparative advantage efficiency di atas, dapat dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih effisien dibandingkan tenaga kerja Cina dalam produksi 1 Kg gula ( atau hari kerja ) daripada produksi 1 meter kain ( hari kerja) hal ini akan mendorong Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan ekspor gula.
Sebaliknya tenaga kerja Cina ternyata lebih effisien dibandingkan tenaga kerja Indonesia dalam produksi 1 m kain ( hari kerja ) daripada produksi 1 Kg gula ( hari kerja) hal ini mendorong cina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain.

2. Production Comperative Advantage ( Labor produktifiti)

Suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang / tidak produktif.

Walaupun Indonesia memiliki keunggulan absolut dibandingkan cina untuk kedua produk, sebetulnya perdagangan internasional akan tetap dapat terjadi dan menguntungkan keduanya melalui spesialisasi di masing-masing negara yang memiliki labor productivity.
kelemahan teori klasik Comparative Advantage tidak dapat menjelaskan mengapa terdapat perbedaan fungsi produksi antara 2 negara. Sedangkan kelebihannya adalah perdagangan internasional antara dua negara tetap dapat terjadi walaupun hanya 1 negara yang memiliki keunggulan absolut asalkan masing-masing dari negara tersebut memiliki perbedaan dalam cost Comparative Advantage atau production Comparative Advantage.

III. Teori Modern

A. The Proportional Factors Theory
Teori modern Heckescher-ohlin atau teori H-O menggunakan dua kurva pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggabarkan total biaya produksi yang sama. Dan kurva isoquant yaitu kurva yang menggabarkan total kuantitas produk yang sama. Menurut teori ekonomi mikro kurva isocost akan bersinggungan dengan kurva isoquant pada suatu titik optimal. Jadi dengan biaya tertentu akan diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu.

Analisis teori H-O :

  1. Harga atau biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara
  2. Comparative Advantage dari suatu jenis produk yang dimiliki masing-masing negara akan ditentukan oleh struktur dan proporsi faktor produksi yang dimilkinya.
  3. Masing-masing negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif banyak dan murah untuk memproduksinya
  4. Sebaliknya masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk memproduksinya

Kelemahan dari teori H-O yaitu jika jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama maka harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional tidak akan terjadi.

B. Paradoks leontief
Wassily Leontief seorang pelopor utama dalam analisis input-output matriks, melalui study empiris yang dilakukannya pada tahun 1953 menemukan fakta, fakta itu mengenai struktur perdagangan luar negri (ekspor dan impor). Amerika serikat tahun 1947 yang bertentangan dengan teori H-O sehingga disebut sebagai paradoks leontief .

Berdasarkan penelitian lebiih lanjut yang dilakukan ahli ekonomi perdagangan ternyata paradox liontief tersebut dapat terjadi karena empat sebab utama yaitu :

  1. Intensitas faktor produksi yang berkebalikan
  2. Tariff and Non tariff barrier
  3. Pebedaan dalam skill dan human capital
  4. Perbedaan dalam faktor sumberdaya alam

Kelebihan dari teori ini adalah jika suatu negara memiliki banyak tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih banyak. Sebaliknya jika suatu negara kurang memiliki tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih sedikit.

C. Teori Opportunity Cost
Opportunity Cost digambarkan sebagai production possibility curve ( PPC ) yang menunjukkan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu Negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment. Dalam hal ini bentuk PPC akan tergantung pada asusmsi tentang Opportunity Cost yang digunakan yaitu PPC Constant cost dan PPC increasing cost.

D. Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD)

Teori Offer Curve ini diperkenalkan oleh dua ekonom inggris yaitu Marshall dan Edgeworth yang menggambarkan sebagai kurva yang menunjukkan kesediaan suatu Negara untuk menawarkan/menukarkan suatu barang dengan barang lainnya pada berbagai kemungkinan harga.
Kelebihan dari offer curve yaitu masing-masing Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional yaitu mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
Permintaan dan penawaran pada faktor produksi akan menentukan harga factor produksi tersebut dan dengan pengaruh teknologi akan menentukan harga suatu produk. Pada akhirnya semua itu akan bermuara kepada penentuan comparative advantage dan pola perdagangan (trade pattern) suatu negara. Kualitas sumber daya manusia dan teknologi adalah dua faktor yang senantiasa diperlukan untuk dapat bersaing di pasar internasional. Teori perdagangan yang baik untuk diterapkan adalah teori modern yaitu teori Offer Curve.

Monday, July 6, 2009

Metode Persediaan FIFO

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Persediaan merupakan salah satu unsur penting dalam suatu perusahaan yang bergerak dibidang penjualan barang dagang, karena begitu pentingnya persediaan, maka perusahaan harus merencanakan dan menerapkan suatu metode penilaian persediaan. Penggunaan suatu metode dalam sebuah perusahaan haruslah sama setiap tahun, apabila dari awal menggunakan metode FIFO, maka seterusnya harus menggunakan metode ini, kecuali apabila ada keputusan dari RUPS!

Metode FIFO ( First In First Out) yang menganggap bahwa harga pokok dari barang-barang yang pertama kali dibeli akan merupakan barang yang dijual pertama kali. Dalam metode ini persediaan akhir dinilai dengan harga pokok pembelian yang paling akhir.

Pengaruh penggunaan metode FIFO adalah persediaan akhir dinilai menurut perkembangan harga terakhir dan menggunakan harga terdahulu dalam menentukan harga pokok penjualan. Pada peride dimana harga-harga meningkat terus, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang tinggi. Satu-satunya alasan terhadap hasil ini disebabkan dalam usaha dagang selalu meningkatkan harga jual barang apabila harga beli barang naik, walaupun persediaan tersebut dibeli sebelum kenaikan harga.Pengaruh sebaliknya terjadi apabila harga menurun. Dengan demikian, metode FIFO menekankan pengaruh dunia usaha terhadap laba.

Contoh soal :
Pada bulan Januari 2004 dengan menggunakan metode FIFO, terdiri dari persediaan awal sebesar 1.1517.000 ditambah dengan pembelian selama bulan Januari sebesar 2.5I0.000 menjadi barang yang siap untuk dijual sebesar 4.027.000, setelah dikurangkan dengan persediaan akhir sebesar 442.000 maka dapat diketahui harga pokok penjualan sebesar 3.585.000. Pada bulan Januari 2004 dengan menggunakan metode LIFO, terdiri dari persediaan awal sebesar 1.1517.000 ditambah dengan pembelian selama bulan Januari sebesar 2.510.000 menjadi barang yang siap untuk dijual sebesar 4.027.000, setelah dikurangkan dengan persediaan akhir sebesar 348.500 maka dapat diketahui harga pokok penjualan sebesar 3.678.500.

Pada bulan Februari 2004 dengan menggunakan metode FIFO, terdiri dari persediaan awal sebesar 442.000 ditambah dengan pembelian selama bulan Februari sebesar 5.735.000 menjadi barang yang siap untuk dijual sebesar 6.177.000, setelah dikurangkan dengan persediaan akhir sebesar 1.064.000 maka dapat diketahui harga pokok penjualan sebesar 5.133.000.Pada bulan Februari 2004 dengan menggunakan metode LIFO, terdiri dari persediaan awal sebesar 348.500 ditambah dengan pembelian selama bulan Februari sebesar 5.735.000 menjadi barang yang siap untuk dijual sebesar6.083.500, setelah dikurangkan dengan persediaan akhir sebesar 915.500 maka dapat diketahui harga pokok penjualan sebesar 5.168.000.

Setelah melihat data diatas maka dapat diketahui dengan menggunakan metode FIFO bahwa harga pokok penjualan menjadi lebih kecil, sehingga apabila harga pokok penjualan semakin kecil maka laba yang akan diperoleh menjadi lebih besar. Begitu pula sebaliknya apabila dengan menggunakan metode LIFO harga pokok penjualan menjadi lebih besar,sehingga semakin besar harga pokok penjualan maka laba yang akan diperoleh menjadi lebih kecil.

sumber : http://digilib.stiekesatuan.ac.id/

Saturday, July 4, 2009

RUANG LINGKUP STUDY KELAYAKAN BISNIS

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Setelah kemarin kita membahas pengertian kelayakan bisnis, mari kita lihat apa saja yang harus kita perhatikan dalam Study Kelayakan Bisnis.

Aspek yang harus diperhatikan dalam study kelayakan bisnis adalah :
1. Aspek Hukum
Aspek ini Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
  • Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan

ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :

a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.

b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.

c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :

  • Potensi pasar
  • Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
  • Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
  1. Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
  2. Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.

6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Sumber : Wikipedia

Study Kelayakan Bisnis

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Dalam melakukan setiap usaha pasti ada resikonya, nah untuk meminimumkan resiko kita harus sudah tau seluk-beluk bisnis yang akan kita lakukan, apakah prospek kedepannya bagus, apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan, apa saja hal-hal yang mungkin akan kita temukan dalam melakuakn bisnis ini, dll.
Untuk itu yuk, kita coba belajar tentang Study Kelayakan Bisnis

Pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis
Pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan ditadak dijalankan.

Studi kelayakan Bisnis untuk Siapa?
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.

Analisis aspek pemasaran
Dalam analisis pasara ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati, di antaranya :
* Kebutuhan dan keinginan konsumen;
* Segmentasi pasar
* Target;
* Nilai tambah;
* Masa hidup produk;
* Struktur pasar
* Persaingan dan strategi pesaing

Analisis aspek produksi
Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi yang harus dianalisis di antaranya :
* Lokasi operasi
* Volume operasi;
* Mesin dan peralatan;
* Bahan baku dan bahan penolong;
* Tenaga kerja;
* LAY-OUT

Analisis aspek manajemen
Beberapa unsure yang harus dianalisis di antaranya
* Kepemilikan
* Organisasi
* TIM Manajemen
* Karyawan;

Analisis aspek keuangan
Meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
* Kebutuhan dana;
* Sumber dana;
* Proyeksi neraca;
* Proyeksi laba rugi;
* Proyeksi aliran kas (cash flow)

STUDI KELAYAKAN USAHA adalah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu usaha dilakukan dengan menguntungkan secara terus menerus.
Ada dua studi yang dapat digunakan, yaitu :
  1. Studi Kelayakan Usaha (Feasibility Study of Business)
  2. Analisis SWOT: STRENGHT (Kekuatan), WEAKNESS (Kelemahan), OPPORTUNITY (Peluang), THREAT (Ancaman).
Hasil FS pada prinsipnya digunakan untuk antara lain :
  • Merintis usaha baru;
  • Mengembangkan usaha yang sudah ada
  • Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan.
Adapun pihak yang memerlukan FS diantaranya:
  • Pihak wirausaha (pemilik perusahaan )
  • Pihak investor dan penyandang dana;
  • Pihak masyarakat dan pemerintah.
Sumber : Wikipedia, http://kelayakan-bisnis.blogspot.com/

Related Posts with Thumbnails