Demo Site

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia

Wednesday, May 27, 2009

Pemasaran dan Bauran Pemasaran

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Pemasaran adalah kegiatan suatu perusahaan untuk memperkenalkan produk yang dihasilkannya melalui promosi dan periklanan, sehingga calon pembeli tertarik untuk melakukan pembelian terhadap produk yang bersangkutan. Bagi seorang pengusaha, pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, untuk berkembang dan untuk memperoleh laba agar bertahan hidup dan sukses.

Beberapa definisi tentang pemasaran yang dikemukakan oleh para ahli pemasaran:

Menurut Kotler dan Armstrong (2002;9) yang dialihbahasakan oleh Benjamin Molan, mendefinisikan pemasaran sebagai berikut:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”

Sedangkan menurut McCarthy-Perreault (1995;9) yang alih bahasakan oleh Agus Dharma, adalah sebagai berikut:

“Pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh organisasi dan juga merupakan proses sosial.”

Dan Boyd, Walker, dan Larreche (1997;4), yang dialibahasakan oleh Imam Nurmawan mengemukakan:

“Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran”

Berdasarkan pengertian-pengertian dari para ahli tersebut di atas, pemasaran bukan hanya meliputi kegiatan penjualan saja tetapi mencakup juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan usaha produsen memuaskan keinginan konsumen dalam proses pertukaran.


Pengertian Bauran Pemasaran

Penetapan harga jual merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran. Salah satu strategi terpenting dari strategi pemasaran adalah strategi bauran pemasaran.

Jadi bauran pemasaran adalah variabel-variabel pemasaran yang dapat diatur sedemikian rupa, sehingga dapat membantu meningkatkan penjualan perusahaan.

Definisi bauran pemasaran menurut Kotler dan Armstrong (2001;67) adalah sebagai berikut:

“Marketing Mix is the set of controllable tactical marketing tools - products, price, place and promotion-that the firm blends to produce the response it wants in the target market.”

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran itu adalah variabel-variabel pemasaran yang terkait satu sama lain yang disusun dan digunakan oleh perusahaan untuk mencapai sasarannya.

Friday, May 22, 2009

Istilah Dalam Akuntansi

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Dalam membuat sebuah laporan keuangan mempunyai beberapa tahap, dan ada beberapa istilah yang perlu kita ketahui, dibawah ini adalah beberapa istilah terkait dalam tahapan sebelum membuat laporan keuangan.

Rekening
Rekening adalah pos-pos yang digunakan untuk menyimpulkan seluruh kenaikan dan penurunan untuk harta tertentu, seperti kas, atau harta lain, hutang dan modal, pendapatan dan biaya. Rekening disebut juga sebagai akun, atau perkiraan atau account (dalam bahasa Inggris)

Contoh rekening yang paling sederhana adalah rekening tabungan Anda dibank. Namun dalam akuntansi lebih banyak lagi rekening - rekening lain, seperti rekening piutang usaha, persediaan, modal, dll
Pencatatan transaksi ini digolongkan ke dalam kelompok rekening yang sesuai agar dapat dibuat ringkasan, yang kemudian disajikan ke dalam bentuk laporan keuangan.

Jurnal
Jurnal adalah rekaman dari suatu transaksi keuangan yang dibuat berdasarkan urutan kejadiaannya, informasi yang diperlukan dalam membuat jurnal adalah rekening yang menjadi bagian transaksi, nilai transaksi debit atau kredit. Contoh jurnal yang paling sederhana adalah jurnal umum. http://www.zahiraccounting.com/

Buku Besar
buku besar adalah buku khusus untuk mencatat transaksi yang terjadi per akun di akuntansi atau per bagian di akuntansi. Contoh: buku besar Piutang yang berisi saldo piutang yang terjadi dan terbayar serta saldo piutang terakhir. Proses pencatatan setelah jurnal umum.

Neraca Saldo (Trial Balance)
Neraca saldo ialah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap akun buku besar pada suatu saat tertentu. Neraca saldo biasanya disusun pada akhir periode akuntansi, yang bertujuan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debet dengan saldo kredit. Neraca berbentuk suatu daftar yang di dalamnya berisi nama perusahaan (nama) Neraca Saldo, periode akuntansi, dan format dengan lajur (kolom) terdiri dari no. akun, akun, debet dan kredit.

Setiap akhir periode (akhir tahun) perusahaan wajib menyusun laporan keuangan, sekurang-kurangnya laporan laba-rugi dan neraca. Untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi diperlukan suatu kertas kerja (Worksheet).

Kertas Kerja (Worksheet)

Kertas kerja merupakan suatu lembaran berlajur yang dirancang untuk mengikhtisarkan semua data akuntansi sehingga memberikan gambaran tentang laba-rugi perusahaan serta saldo harta, utang dan modal perusahaan.

Mengapa kertas kerja perlu disusun sebelum menyusun laporan keuangan?

Karena kertas kerja mempunyai fungsi sebagai alat bantu mempermudah penyusunan laporan keuangan. Selain itu kertas kerja berfungsi membantu proses penutupan akun buku besar.

Jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah pencatatan pemindahan saldo akun nominal (sementara) berupa pendapatan dan beban ke akun modal melalui ikhtisar laba/rugi, serta pemindahan saldo akun prive ke akun modal.

Fungsi Jurnal Penutup adalah:
a. Menghitung jumlah laba/rugi dari akun pendapatan dan beban.
b. Memindahkan (menolkan) saldo akun sementara ke akun modal untuk pencatatan periode berikutnya.
c. Menghitung modal akhir periode.

Akun yang perlu ditutup
Sebagaimana yang telah Anda ketahui sebelumnya bahwa ada beberapa akun yang biasanya perlu ditutup pada akhir periode, yaitu:
a. Akun pendapatan.
b. Akun beban.
c. Akun ikhtisar laba/rugi atau saldo laba/saldo rugi.
d. Akun prive.

Neraca Saldo setelah penutupan

Neraca Saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang disusun setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau di-nol-kan saldonya dengan cara membuat jurnal penutup.

Jadi Neraca Saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil saja, (harta, utang dan modal). Yang berguna untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debet dengan kredit akun-akun buku besar setelah dilakukan penutupan. Neraca Saldo setelah penutupan ini juga diperlukan sebelum proses akuntansi periode berikutnya.



Friday, May 15, 2009

Akutansi Sektor Publik

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Definisi dan ruang lingkup akutansi sector publik
Teori akutansi secara konvensional dihubungkan dengan akutansi keuangan. Pada era 1970-an merupakan awal bagi mulainya usaha untuk memahami dan mengembangkan praktek pelaporan keuangan bagi organisasi sector publik.

Definisi akutansi yang banyak diterima saat ini adalah yang diberikan oleh AICPA, termuat dalam Statement of The Accounting Principles Board No.4 (APB No.4) yang menyatakan bahwa :
“Akutansi adalah suatu kegiatan jasa yang berfungsi untuk menjalankan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan dalam suatu entitas (kesatuan) usaha yang diharapkan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomik dalam menetapkan pilihan yang tepat diantara berbagai alternatif tindakan”

Dengan demikian akutansi bukan hanya merupakan pembukuan pencatatan transaksi semata, melainkan sebagai wahana pelayanan jasa yang berfungsi mempersiapkan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan bagi pemakai laporan keuangan.

Sector publik, lingkupnya cukup kompleks meliputi multi entitas ekonomi dan legal yang beraneka ragam dengan latar belakangnya. Pengembangan pemahaman karakter sector publik perlu dilakukan dengan pertimbangan :
1. Perubahan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan di bidang pelayanan umum.
2. Untuk memperbaiki kinerja pemerintah, maka penataan kelembagaan negara, instansi pemerintah, entitas ekonomi, dan satuan-satuan kerja sector publik, dilakukan berdasr prinsip : transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan standar mutu pelayanan yang sama (excellence service)

Teori akutansi dan organisasi sector publik
Secara alami, kelompok organisasi sector publik dapat dibagi dalam :
1. Pemerintah pusat
2. Pemerintah daerah
3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN/BUMD)
4. Badan Umum Non Departemen
5. Yayasan
6. Koperasi
7. Perkumpulan/asosiasi.

Pluralisnya akutansi sector publik tampaknya menjadi kunci proses demokratisasi profesi dan system yang terimplementasi di organisasi sector publik. Sehingga karakter organisasi menentukan praktik akutansi yang ada.

Hubungan akutansi dan organisasi sector publik dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Berorientasi Laba (cantoh : BUMN)
2. Berorientas non-laba tipe A, yang bersumber dari pendapatan penjaualan barang dan jasa (contoh : BUMN, Perum)
3. Berorientasi non-laba tipe B (selain no.1 dan 2), diperoleh dari selain penjualan barang dan jasa.

Basis Akutansi sector publik.
Pemahaman akan praktik negara lain . basis akutansi adalah himpunan dari standar akutansi yang menetapkan yang dikenal yaitu dasar kas.

Basis kas
Adalah mengakui dan mencatat transaksi keuangan pada saat tas,.
Jenis penerimaan kas, meeliputi penrimaan transaksi keungan pada saat dibayarkan.

Manfaat dasar kas.
1. laporan keuangan
2. perspektif histories
3. kesesuaian dengan anggaran.
4. karakteristik kulalitatif
5. biaya.

Keterbatasan dasar kas :
Informasi yang lebih kompleks tidak disedeikan oleh kautanis dasar kas.
Informasi dasar kas yang lebih kompleks tidka dapat disedeiakan oleh akutansi dasar kas.
Las berfokus pada aliran ks dan mengabaikan aliran sumber daya lainnya.

Basist modifikasi kas.
Karaktersitik basis ini ialah :
  1. Pembukuan masih dibuka pada akhir periode dengan ditambah suatu jangka panjang waktu tertentu setelah puluhan tahun.
  2. Penerimaan dan pengeluaran yang terjadi selama periode perpanjangan tersebut, berasal dari transaksi sebelumnya, diakui sebagai pendapatan dan pengeluaran dari tahun fiscal sebelumnya.
  3. Arus kas pada awal periode pelaporan, yang telah dipertanggungjawabkan pada periode sebelumnya dikuranagkan bdari aliran kas pada periode saat ini.

Basis Modifikasi Aktual
Karakteristik basis ini ialah
1. Transaksi diakui pada saat transaksi terjadi
2. Aset fisik dibiayakan pada waktu pembelian
3. Seluruh asset dan kewajiban lainnya diakui seperti dasar actual.

Basis Akrual
Manfaat dasar akrual :
a. Fungsi Laporan Keuanagn bagi pemakai (Masyarakat) :
  1. Mamperlihatkan tingkat akuntabilitas pemerintah dalam mengelola sumber daya.
  2. Memeperlihatkan tingkat akuntabilitas dalam mengelola seluruh aktiva dan kewajiban yang diakui dalam laporan keuangan.
  3. Memperlihatkan bagaiman pemrintah dalm amengelola aktivitas keuangna, kewajiban dan membuat komitmen.
  4. Memperlihatkan kondisi keuangan pemrintah.
  5. Untuk menilai kinerja atau prestasi pemerintah.

b. Fungsi Laporan Keuangan bagi pemakai (pemerintah) :

1. Sebagai informasi secara keseluruhan posisi keuangan dan secara detail informasi di dalam aktiva dan kewajiban untuk :
- Mengambil keputusan untuk memungkinkan pelayanan yang diberikan
- Memperlihatkan akuntabilitas pemrintah kepada mayarakat bagaimana mengelola aktiva dan kewajiban
- Melakukan perencanaan untuk pendanaan atas aktiva dan aktiva pengganti.
- Melkuakan perencanaan pembayaran kembali, atau pelunasan kewajiban, mengelola posisi kas dan keperluan keuangan.
2. Untuk menilai keputusan yang dibuat tahun lalu dalam mengelola keuangan, dan menjadikan pedoman untuk keputusan di masa yang akan datang.
3. Memutuskan bagaiman cara untuk melakukan efisiensi terhadap asset, pengendalian kewajiban, dan membuat laporan.
4. Basis akrual memungkinkan organsasi untuk mencata dengan lengkap mengenai ast dan kewajiban.

Friday, May 8, 2009

DEFLASI

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Deflasi Atau Disinflation adalah kondisi dimana harga-harga secara umum jatuh sedangkan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari Inflasi.

Bagaimana terjadinya Deflasi?
Terjadinya deflasi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. bisa disebabkan oleh tingginya tingkat suku bunga, sehingga orang lebih senang untuk menabung atau mendepositokan uangnya,

Bagaimana cara menanggulangi Deflasi?

Untuk menanggulangi deflasi dapat dilakukan dengan menurunkan tingkat suku bunga.

Dampak deflasi antara lain adalah :
- dapat menekan tingkat pendapatan( karena jumlah uang sedikit, nilainya yang selanjutnya dapat menyeret ke resesi global,(resesi dunia)
- menyebabkan para pengusaha kesulitan membayar utangnya (kredit macet)(karena bunga tinggi)
- perusahaan-perusahaan akan cenderung melakukan penghematan, antara lain dengan pemutusan hubungan kerja karyawannya (lay-off) sehingga meningkatkan jumlah pengangguran.

Hal-hal yang mempengaruhi antara lain :
-Apresiasi thd mata uang yg memacu tingginya biaya hidup dan ongkos produksi, sehingga harga barang dan jasa kehilangan daya saing
- Relokasi industri secara besar2 an yg memacu tingginya tingkat pengangguran
- Tingkat kepercayaan thd perekonomian merosot yg ditandai dgn jatuhnya nilai saham

Thursday, May 7, 2009

TINGKAT IMBALAN INTERNAL (INTERNAL RATE OF RETURN, IRR)

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Tingkat imbalan internal (internal rate of return, IRR) adalah hasil bunga sebenarnya yang diberikan oleh suatu proyek investasi selama masa manfaatnya. Tingkat imbalan internal disebut pula tingkat imbalan yang disesuaikan dengan waktu (time-adjusted rate of return).
Tingkat imbalan dihitung dengan mencari tingkat diskonto (discount rate) yang akan menyetarakan nilai sekarang invesatsi (arus keluar kas) yang dibutuhkan oleh sebuah proyek dengan nilai sekarang imbalan (arus masuk kas) yang dialirkan oleh proyek tersebut.
Tidak sebagaimana halnya metode nilai sekarang bersih, metode tingkat imbalan internal tidak berupaya mencari kas guna menentukan apakah suatu investasi diterima atau tidak, namun berusaha mencari tarif diskonto dimana nilai sekarang bersih sebuah proyek/investasi sama dengan nol. Metode ini menunjukkan penerimaan atau penolakan suatu investasi dalam bentuk persentase, tidak dalam bentuk kas.

Supaya dapat diterima menurut kriteria metode tingkat imbalan internal, sebuah proyek mestilah mempunyai tingkat imbalan internal yang lebih tinggi daripada tingkat lainnya, yang biasa disebut tingkat “rintangan” ataupun tingkat “pisah batas”. Apabila tarif/tingkat imbalan internal yang disesuaikan dengan waktu sebuah proyek lebih besar daripada tarif imbalan minimal original (yang merupakan tingkat rintangan), maka proyek tersebut dapat diterima. Apabila hal yang sebalinya yang terjadi, proyek tersebut seyogyanya ditolak.
Tingkat imbalan internal biasanya ditentukan melalui proses coba-coba (trial and error). Berikut ini disajikan profil arus kas untuk proyek tertentu, dimana tanda (+) dan (-) masing-masing menunjukkan arus kas positif dan negatif.

Tahun 0
- Rp 27.145.000 Tahun 1
+ Rp 2.000.000 Tahun 2
+Rp 10.000.000 Tahun 3
+ Rp 18.000.000

Berapakah tingkat imbalan internal proyek tersebut?
Jawabannya tidak jelas sehingga perlu dimulai dengan memilih suatu tingkat diskonto sebagai tingkat IRR. Metode IRR mencoba mencari suatu tingkat yang menyamakan arus masuk kas Rp 2.000.000 pada tahun pertama Rp 10.000.000 pada tahun kedua, dan Rp 18.000.000 pada tahun ketiga dengan suatu arus keluar kas dalam bentuk investasi Rp 27.145.000 pada awal tahun pertama. Pertama-tama dipilih secara coba-coba terif 10% per tahun. Nilai sekarang bersih proyek pada tarif 10% ini adalah:

- Rp 27.145.000 + Rp 2.000.000 (0,909) + Rp 10.000.000 (0,826) + Rp 18.000.000 (0,751)
= - Rp 27.145.000 + Rp 1.818.000 + Rp 8.260.000 + Rp 13.518.000 = - Rp 3.549.000

hasilnya masih negarif (- Rp 3.549.000). Perlu dicari kembali tingkat diskonto yang tidak meperlihatkan nilai sekarang bersih positif maupun negatif. Tarif 10% ternyata terlalu tinggi. Berikutnya dicoba tarif 8%. Nilai sekarang bersih proyek dengan tarif 8% adalah:

- Rp 27.145.000 + Rp 2.000.000 (0,929) + Rp 10.000.000 (0,857) + Rp 18.000.000 (0,793)
= - Rp 27.145.000 + Rp 1.850.000 + Rp 8.570.000 + Rp 14.274.000 = - Rp 2.451.000

Hasilnya masih menunjukkan angka negatif (- Rp 2.451.000). Ternyata tarif 8% masih terlalu tinggi. Berikutnya dicoba tarif 5%:

- Rp 27.145.000 + Rp 2.000.000 (0,952) + Rp 10.000.000 (0,907) + Rp 18.000.000 (0,863)
= - Rp 27.145.000 + Rp 1.904.000 + Rp 9.070.000 + Rp 15.534.000 = - Rp 637.000

hasilnya masih menunjukkan angka negatif (- Rp 637.000). Tarif 5% ternyata masih tinggi pula. Selanjutnya dicoba 4%:

- Rp 27.145.000 + Rp 2.000.000 (0,961) + Rp 10.000.000 (0,924) + Rp 18.000.000 (0,888)
= - Rp 27.145.000 + Rp 1.922.000 + Rp 9.240.000 + Rp 15.984.000 = Rp 1.000

Dengan melakukan cara coba-coba, ternyata IRR proyek tadi terletak di antara tarif 4% dan 5%. Untuk menentukan apakah proyek ini dapat diterima, maka perlu ditentukan dulu tarif rintangannya. Apabila tarif rintangannya adalah 3%, maka proyek ini dapat diterima. Namun apabila tarif rintangannya adalah 6%, maka proyek tersebut haruslah ditolak.

Friday, May 1, 2009

Inflasi dan Dampaknya Terhadap Perekonomian

belajar bahasa inggris cepat tanpa grammar pertama kali di Indonesia
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.

Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi 4 golongan,
  1. Inflasi ringan, Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun
  2. sedang, inflasi sedang antara 10%—30% setahun
  3. berat, berat antara 30%—100% setahun
  4. dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Bagaimana Inflasi Terjadi?
  1. Inflasi yang disebabkan adanya tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.
contohnya :
- bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru
- bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kemudahan kredit bank

Keterangan:

P = Price equilibirium (harga sebelum mengalami kenaikan)
S = Supply (penawaran) yang diasumsikan bersifat tetap
D = Demand (permintaan) sebelum mengalami perubahan
D' = Demand (permintaan) setelah mengalami perubahan, meningkat karena daya beli masyarakat bertambah
P' = Price (harga) setelah mengalami kenaikan akibat bergesernya permintaan (D) dari
D ke D'


  1. Inflasi karena desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.
Contohnya:
- kenaikan biaya produksi, seperti kenaikan upah, kenaikan harga bahan modal
- berkurangnya jumlah penawaran
- naiknya harga barang yang dibarengi dengan turunnya jumlah produksi
- kenaikan biaya produksi, seperti kenaikan upah, kenaikan harga bahan modal


Keterangan:

P = Price equilibrium (harga mula-mula)
D = Demand (permintaan) yang diasumsikan tetap
S = Supply (penawaran)
S' = Supply (penawaran setelah berkurang)
P' = Price (harga) setelah mengalami kenaikan akibat berkurangnya penawaran dari S ke S'
Q = kualitas barang


  1. Inflasi campuran, terjadi karena kombinasi unsur inflasi tarikan dan inflasi dorongan biaya.

  2. Inflasi impor, terjadi karena pengaruh inflasi luar negeri dan adanya perdagangan antar negara.

Misalnya: suatu negara sedang mengalami inflasi, kemudian hasil produksi dari negara tersebut dibutuhkan oleh negara lain dan diimpor, maka harga barang tersebut meningkat.

Berdasarkan timbulnya inflasi
  1. Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation), inflasi ini timbul karena defisit anggaran belanja negara dan gagalnya pasar yang berakibat harga kebutuhan pokok menjadi mahal.
  2. Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation), terjadi karena kenaikan harga barang di negara lain, biaya produksi barang luar negeri tinggi, kenaikan impor tarif barang
Dampak Postitif Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi.
Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.

Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).


Dampak Negatif Inflasi
Dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

Tetapi secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong tingkat bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi,
http://www.e-dukasi.net/
Related Posts with Thumbnails